Hai! Apa kabar? Aku harap semua baik-baik saja. Hmm .. Kabarku kurang begitu baik sejak beberapa bulan yang lau. Kalian tau kenapa? Sebelumnya, aku tak pernah menceritakan ini pada siapapun. Tapi, aku sudah tidak tahan lagi menyimpannya sendirian. Mungkin disini aku bisa bebas mengungkapkannya.
Aku sedih, sangat sangat sedih. Aku bukan kehilangan uang atau pacar. Ini lebih sakit dari kehilangan itu semua, tetapi tidak lebih bila dibandingkan dengan kehilangan orang tua. Kalian tau itu apa? Sahabat. Ya, sahabat. Telah lama aku menanti untuk mereka kembali. Tapi, mereka tak kunjung hadir saat ini. Apakah mereka kembali atau tidak, aku tidak tau. Aku hanya bisa menunggu.
Aku menganggap mereka sahabat. Meski mungkin mereka tidak melakukan hal yang sama. Saat ini aku kehilangan mereka. Mereka pergi jauh, tanpa aku. Perpecahan itu berawal dari sebuah kesalahpahaman. Kesalahpahaman yang bermula lewat jejaring sosial. Aku benci jejaring sosial. Meskipun ada sedikit dampak positif dari situ, tapi aku tetap tidak suka. Jejaring sosial mengadakan apa yang tidak ada, dan meniadakan apa yang telah ada.




