Subscribe:

Jumat, 07 September 2012

Rasaku Untuk Kalian, Sahabatku :)

Hai! Apa kabar? Aku harap semua baik-baik saja. Hmm .. Kabarku kurang begitu baik sejak beberapa bulan yang lau. Kalian tau kenapa? Sebelumnya, aku tak pernah menceritakan ini pada siapapun. Tapi, aku sudah tidak tahan lagi menyimpannya sendirian. Mungkin disini aku bisa bebas mengungkapkannya.

Aku sedih, sangat sangat sedih. Aku bukan kehilangan uang atau pacar. Ini lebih sakit dari kehilangan itu semua, tetapi tidak lebih bila dibandingkan dengan kehilangan orang tua. Kalian tau itu apa? Sahabat. Ya, sahabat. Telah lama aku menanti untuk mereka kembali. Tapi, mereka tak kunjung hadir saat ini. Apakah mereka kembali atau tidak, aku tidak tau. Aku hanya bisa menunggu.

Aku menganggap mereka sahabat. Meski mungkin mereka tidak melakukan hal yang sama. Saat ini aku kehilangan mereka. Mereka pergi jauh, tanpa aku. Perpecahan itu berawal dari sebuah kesalahpahaman. Kesalahpahaman yang bermula lewat jejaring sosial. Aku benci jejaring sosial. Meskipun ada sedikit dampak positif dari situ, tapi aku tetap tidak suka. Jejaring sosial mengadakan apa yang tidak ada, dan meniadakan apa yang telah ada.




Mungkin aku juga salah. Tak sepantasnya aku meluapkan emosi di jejaring sosial sehingga menimbulkan kesalahpahaman. Rasa sesal jelas ada. Tapi mau bagaimana lagi, semua telah terjadi. Tak kan merubah apapun. Namun, aku juga kecewa. Dengan mudahnya mereka menganggap bahwa yang aku maksud dalam tulisan itu adalah mereka. Mereka tidak berusaha mengklarifikasi terlebih dahulu, apalagi untuk menanyakan "Kamu kenapa?".

Aku tipe orang pemalu. Dengan keluarga sendiripun aku malu untuk mengungkapkan pendapat. Aku tau aku tidak salah, tapi tetap saja aku takut untuk menjelaskan semuanya. Karena mereka terlanjur marah. Aku hanya bisa berbicara lewat pesan singkat. Tentu dengan respon yang ..... Mungkin mereka butuh waktu untuk berfikir. Untuk bisa melihat kenyataan. Jadi aku diamkan saja. Perlahan aku menjauh, demikian juga dengan mereka. Ternyata, dengan menjauhnya aku tak membuat mereka mencariku. "Apa kalian tidak menyayangiku?" Pertanyaan itu yang selalu kupikirkan, tapi tak pernah kumenemukan jawaban atas pertanyaan tersebut. 

Aku sedih, karena aku tidak dipercaya. Aku bingung, aku lari kesana kemari mencari solusi. Banyak dari mereka mengatakan bahwa di dunia ini masih banyak orang yang bisa dijadikan sahabat, jadi jika mereka tak menginginkanmu lagi, ikhlaskan. Itu bukan penyelesaian pikirku. Aku sangat kehilangan. Meski baru satu tahun kita kenal.

Sekarang, aku hanya bisa bersabar. Menunggu semua kembali seperti dulu. Harapan yang takkan pernah terjadi :')
Jadi ... mungkin aku harus mengikhlaskan mereka.

Rek, maafin aku. Aku terlambat. Aku gak berani jelasin semuanya secara langsung. Aku takut rek. Habis kalian marah duluan. Kalo aku lihat, sekarang kalian happy banget ya, tanpa aku. Aku ikut happy kok :').
Maaf kalo selama jadi temen kalian, banyak sikapku yang gak nyenengin. Aku nulis ini bukan karena apapun. Aku cuma pengen jujur, ngungkapin apa yang ada di dalem hatiku. Meski kecil kemungkinan buat kalian tau dan baca posting ini.
Apapun yang terjadi, aku tetep sayang kalian. Terima kasih buat kenangan-kenangan indah yang selama ini udah kalian bikin. Terima kasih banyak -^^-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar